Parasetamol atau N-asetil-p-aminofenol adalah derivat dari para-amino fenol yang memiliki khasiat dan digunakan secara luas dalam klinik sebagai analgesik-antipiretik (Keeffe et al, 2004). Parasetamol sebagian besar (±80%) dimetabolisme di dalam hati, terkonjugasi dengan asam glukuronat dan sulfat dan sebagian kecil dioksidasi oleh enzim sitokrom P-450 di hati menjadi metabolit reaktif N-asetil-benzo-paraquinon-imina (NABQI) atau sering disebut juga N-asetil-p-benzokuinon-imina (NAPBKI) (Wallace, 2004; Vandenberghe, 1996).
Tampilkan postingan dengan label farmakologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label farmakologi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 11 Juli 2013
Hepatotoksisitas Parasetamol
Kelas Tulisan :
apoteker,
dunia farmasi,
farmakologi,
farmakoterapi,
info apoteker,
info farmasi,
spesialis obat
Rabu, 23 Januari 2013
Petualangan Obat di Dalam Tubuh
Sobat blog reader,, ternyata obat yang kita telan mengalami petualangan seru di dalam tubuh kita. Mau tau petualangannya ? :k:
Sebenarnya, yang triiz maksud dengan petualangan obat di dalam tubuh di sini yaitu proses atau usaha obat yang kita makan saat sakit untuk menyembuhkan penyakit kita.. Sekarang udah tau ? Mau tau lebih banyak ? Wah pasti udah engga sabar ya dari tadi triiz kebanyakan basa-basi. :n: Maaf deh, sekarang triiz akan mengajak sobat blog reader mengikuti petualangan si obat di dalam tubuh....
Kelas Tulisan :
farmakodinamika,
farmakokinetika,
farmakologi,
farmakoterapi,
inhalasi,
injeksi,
intradermal,
intramuskular,
intraperitoneal,
intratekal,
intrathekal-intraspinal,
intravena,
istilah-istilah,
oral,
subkutan,
topikal
Senin, 21 Januari 2013
Mata, Kulit & THT
Makalah SO.......
Kelas Tulisan :
dunia farmasi,
farmakodinamika,
farmakokinetika,
farmakologi,
farmakoterapi,
info farmasi,
makalah,
spesialis obat
hormone tiroid n antitiroid
hormon tiroid dan antitiroid, mungkin sudah banyak yang mengetahui tentang jenis hormone ini dan sesab akibat mengenainya. tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah farmakologi.. yang mana waktu itu materinya di bagi berdasarkan kelompok.. kebetulan kelompok saya mendapatkan materi ini...
Kelas Tulisan :
dunia farmasi,
farmakologi,
info apoteker,
info farmasi,
makalah,
toksikologi
Otot Skelet dan Sendi
BAB II
ISI
2.1 Obat Reumatik dan Gout
A Reumatik Artritis dan penyakit inflamasi lainnya
Anti inflamasi nonsteroid (AINS) diindikasikan untuk mengatasi nyeri dan kekakuan yang timbul akibat penyakit reumatik yang meradang. Tersedia juga obat-obat yang dapat mempengaruhi proses penyakit itu sendiri. Untuk reumatik arthritis, Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs (DMARDs) meliputi penisilamin, garam emas, antimalaria (klorokuin dan hidroksiklorokuin), obat-obat yang mempengaruhi respon imun, dan sulfasalazin. Selain itu, kortikosteroid dapat juga bermanfaat yaitu obat yang dapat mempengaruhi proses penyakit pada psoriatic arthritis meliputi sulfasalazin, garam emas, azatioprin, metotreksat dan etanersep. Untuk pengendalian jangka panjang penyakit gout, dapat digunakan obat urikosurik dan alopurinol. Juvenile idiopathic arthritis dan gangguan inflamasi lain pada anak. Penyakit rematik pada umumnya memerlukan penangan simtomatik untuk mengatasi rasa nyeri, pembengkakan, kekakuan, bersamaan dengan pengobatan untuk menjaga dan menekan aktivitas penyakit. Penanganan Juvenile idiopatic arthritis dapat melibatkan AINS, DMARDS (biasanya metotreksat atau etanersep), dan kortikosteroid oral, intravena, atau intraartikular.
Kelas Tulisan :
farmakodinamika,
farmakokinetika,
farmakologi,
farmakoterapi,
injeksi,
intramuskular,
intravena,
kapsul,
makalah,
spesialis obat
Adrenokortikotropin (ACTH)
ini tugas makalah adrenokortikotropin
Kelas Tulisan :
dunia farmasi,
farmakologi,
info apoteker,
info farmasi,
makalah,
toksikologi
Obstetrik, Ginekologi dan Saluran Kemih
terkhusus untuk para perempuan :) buat pria yang ingin membaca juga boleh...
Kelas Tulisan :
farmakodinamika,
farmakokinetika,
farmakologi,
farmakoterapi,
injeksi,
intramuskular,
intravena,
kapsul,
spesialis obat,
tablet
hormone insuline
sama dengan materi hormone yang lain, ni juga tugas farmakologi. saya lupa ini tugas kelompok berapa. insulin merupakan polipeptida dengan berat molekul sekitar 6000. ada 2 rantai yang menyusun polipeptida: rantai A yang terdiri 21 asam amino dan rantai B terdiri dari 30 asam amino. jadi jumlah asam amino yang menyusun polipeptida sebanyak 51 asam amino.. ingin tau lebih banyak tentang hormone insuline ?????
Kelas Tulisan :
dunia farmasi,
farmakologi,
info apoteker,
info farmasi,
makalah
Minggu, 20 Januari 2013
hormone seksual
ini tugas farmakologi kelompok teman, materinya menarik. tentang hormon seksual. sudah pernah dengar kan tentang hormon estrogen ??? yapz, itu salah satu hormon seksual yang terdapat pada perempuan. hormone ini berperan dalam siklus menstruasi perempuan... apa yang terjadi jika kita kekurangan atau kelebihan hormon ini ??? dan langkah.langkah untuk menyeimbangkan hormone ini ????
Kelas Tulisan :
dunia farmasi,
farmakodinamika,
farmakokinetika,
farmakologi,
info farmasi,
makalah,
toksikologi
Minggu, 13 Januari 2013
Farmakoterapi
Farmakoterapi adalah ilmu yang membahas mengenai penggunaan serta kedudukan obat dalam tatalaksana terapi suatu penyakit. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diajarkan bagaimana cara memilih obat berdasarkan jenis dan tanda-tanda penyakit. Jadi selain mempelajari mengenai obat-obatan (mulai dari bentuk sediaannya hingga farmakokinetika dan farmakodinamikanya), kami juga mempelajari mengenai berbagai penyakit (mulai definisi penyakit, prevalensi, patofisiologi, etiologi, diagnosis, tanda dan gejala, faktor resiko, penanganan non-farmakologi, penanganan farmakologi, hingga interaksi obat). Tujuan utama yang diharapkan dapat dicapai oleh apoteker setelah menguasai farmakoterapi adalah kemampuan untuk berkontribusi secara optimal dalam pengobatan pasien, terutama terkait dengan pemilihan obat yang paling tepat dan ekonomis. Farmakoterapi merupakan salah satu bagian dari ilmu dalam rumpun ilmu farmakologi yang bisa dikatakan sebagai terapan atau ujung tombak dari semua ilmu dalam rumpun ilmu farmakologi itu sendiri.
Senin, 07 Januari 2013
Farmakodinamika
Farmakodinamika adalah ilmu pengetahuan dan studi tentang efek biologis yang dihasilkan oleh bahan kimia, lebih khusus lagi, ilmu pengetahuan dan studi tentang bagaimana bahan kimia menghasilkan efek-efek biologis. Dalam farmakologi medis, ilmu pengetahuan dan studi tentang bagaimana obat-obatan menghasilkan efek mereka.
Kelas Tulisan :
apoteker,
biofarmasi,
farmakodinamika,
farmakognosi,
farmakokinetika,
farmakologi,
farmakoterapi,
info apoteker,
info farmasi,
istilah-istilah,
kamus
Toksikologi
Toksikologi adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan pemahaman mekanisme efek beracun yang dihasilkan bahan kimia pada jaringan hidup atau organisme; studi tentang kondisi (termasuk dosis) di mana paparan bahan kimia pada makhluk hidup berbahaya.
Kelas Tulisan :
apoteker,
biofarmasi,
dunia farmasi,
farmakodinamika,
farmakognosi,
farmakokinetika,
farmakologi,
farmakoterapi,
info apoteker,
info farmasi,
istilah-istilah,
kamus,
toksikologi
Farmaceutical Availability (Ketersediaan Farmasi)
Farmaceutical Availability merupakan ukuran waktu yang diperlukan untuk obat yang dilepaskan dari bentuk pemberiannya dan tersedia untuk proses resorpsi, sehingga bentuk obat padat memerlukan ukuran waktu yang lebih panjang dari pada bentuk obat cair (F.A. tablet lebih besar dari pada F.A. sirup). Banyak penyelidikan tentang hal ini telah dilangsungkan dengan tablet sebagai bentuk sediaan yang paling umum.
Tablet --> Granul Terlepas --> Zat Aktif Terlepas --> Zat Aktif Melarut
Keterangan Skema :
Setelah ditelam, tablet di dalam lambung akan pecah (disintegrasi) menjadi banyak granul kecil yang terdiri zat-zat aktif dengan antara lain zat pengisi dan pelekat. Kemudian granul-granul ini pecah pula, zat aktif terlepas, dan jika zat larutnya cukup besar akan larut dalam cairan lambung atau usus. Baru setelah obat larut, proses resorpsi oleh usus dapat dimulai, proses yang disebut Farmaceutical Availability.
Jelaslah dari uraian diatas, bahwa obat bila diberikan dalam bentuk larutan akan mencapai keadaan Farmaceutical Availability dalam waktu yang lebih singkat daripada tablet.
Tablet --> Granul Terlepas --> Zat Aktif Terlepas --> Zat Aktif Melarut
Keterangan Skema :
Setelah ditelam, tablet di dalam lambung akan pecah (disintegrasi) menjadi banyak granul kecil yang terdiri zat-zat aktif dengan antara lain zat pengisi dan pelekat. Kemudian granul-granul ini pecah pula, zat aktif terlepas, dan jika zat larutnya cukup besar akan larut dalam cairan lambung atau usus. Baru setelah obat larut, proses resorpsi oleh usus dapat dimulai, proses yang disebut Farmaceutical Availability.
Jelaslah dari uraian diatas, bahwa obat bila diberikan dalam bentuk larutan akan mencapai keadaan Farmaceutical Availability dalam waktu yang lebih singkat daripada tablet.
Kelas Tulisan :
apoteker,
biofarmasi,
dunia farmasi,
farmakodinamika,
farmakognosi,
farmakokinetika,
farmakologi,
farmakoterapi,
info apoteker,
info farmasi,
istilah-istilah
Farmakokinetika
Nasib obat sesudah diminum adalah didistribusikan ke seluruh tubuh oleh cairan tubuh (darah), tetapi kita tidak dapat mengetahui dengan pasti kemana dan berapa jumlahnya pada jaringan penerima distribusi. Untuk
mengirakan hal tersebut, maka secara farmakokinetika dibuatlah model-model yang melihat tubuh sebagai kompartemen. Sebagai bapak dari model kompartemen adalah Teorell yang mengatakan tujuan farmakokinetika adalah menurunkan persamaan matematika yang memungkinkan kita menerangkan kinetika dan distribusi obat dalam tubuh. Tubuh dapat kita anggap sebagai suatu ruangan yang terdiri dari beberapa kompartemen yang terpisah oleh membran sel. Sedangkan proses absorpsi, distribusi dan eksresi obat dalam tubuh hakekatnya berlangsung dengan mekanisme yang sama, karena proses ini tergantung pada lintasan obat melalui rangkaian membran tersebut.
Adapun Mekanisme Kerja Farmakokinetika untuk melintasi membran sel ini ada dua cara :
1. Secara Pasif, artinya tanpa menggunakan energi.
Adapun Mekanisme Kerja Farmakokinetika untuk melintasi membran sel ini ada dua cara :
1. Secara Pasif, artinya tanpa menggunakan energi.
- Filtrasi, melalui pori-pori kecil dari membran, misalnya air dan zat hidrofil
- Difusi, zat melarut dalam lapisan lemak dari membran sel. Contoh : ion anorganik
Kelas Tulisan :
apoteker,
biofarmasi,
farmakodinamika,
farmakokinetika,
farmakologi,
farmakoterapi,
info apoteker,
info farmasi,
latar belakang
Minggu, 06 Januari 2013
Biofarmasi
Pada akhir tahun lima puluhan dan awal tahun enam puluhan bermunculan laporan, publikasi dan diskusi yang mengemukakan bahwa banyak obat-obat dengan kandungan, dosis dan bentuk sediaan yang sama dan dikeluarkan oleh industri farmasi yang berbeda memberikan kemanjuran yang berbeda. Sekitar tahun 1960 para sarjana mulai sadar bahwa efek obat tidak tergantung semata-mata pada faktor farmakologi, melainkan juga faktor-faktor formulasi yang dapat mengubah efek obat dalam tubuh, antara lain :
- Bentuk fisik zat aktif (amorf, kristal atau kehalusannya)
- Keadaan kimiawi (ester, garam, garam kompleks, dsb)
- Zat pembantu (pengisi, pelekat, pelicin, pelindung, dsb)
- Proses teknik yang digunakan untuk membuat sediaan (tekanan tablet, alat emulgator, dsb)
Kelas Tulisan :
apoteker,
biofarmasi,
dunia farmasi,
farmakokinetika,
farmakologi,
info apoteker,
info farmasi,
latar belakang
Istilah-istilah dalam Farmakognosi
Amara : Menambah nafsu makan
Anhidrotika : Mengurangi keluarnya keringat
Analgetika : Mengurangi rasa nyeri
Antelmintika : Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia
Anti fungi : Membasmi jamur
Anti hipertensi : Menurunkan tekanan darah
Anti piretika : Menurunkan suhu badan
Anti Emetika : Mencegah atau menghilangkan mual atau muntah
Anti diare : Menghentikan BAB yang bersifat diare
Anti Neuralgia : Menghilangka rasa sakit /nyeri
Anti reumatika : Menghilangkan sakit pada encok / rematik
Analgetika : Mengurangi rasa nyeri
Antelmintika : Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia
Anti fungi : Membasmi jamur
Anti hipertensi : Menurunkan tekanan darah
Anti piretika : Menurunkan suhu badan
Anti Emetika : Mencegah atau menghilangkan mual atau muntah
Anti diare : Menghentikan BAB yang bersifat diare
Anti Neuralgia : Menghilangka rasa sakit /nyeri
Anti reumatika : Menghilangkan sakit pada encok / rematik
Kelas Tulisan :
dunia farmasi,
farmakognosi,
farmakologi,
fitofarmaka,
herbal terstandar,
info apoteker,
info farmasi,
istilah-istilah,
jamu,
kamus,
obat asli Indonesia,
sediaan galenik,
simplisia
Istilah-Istilah dalam Farmakologi
A
Abses : Pengumpulan nanah dalam rongga yang terbentuk akibat kerusakan jaringan.
Anoreksia : Hilangnya atau berkurangnya nafsu makan.
Ansietas : Cemas,resah,rasa cemas yang berlebihan tidak sesuai dengan realitas.
Agranulositosis : Jumlah leukosit kurang dari 500 mm3 dengan gejala luka infeksi pada tekak, traktus intestinal dan kulit.
Artritis : Radang sendi terutama pada rheumatik
Arthritis rheumatoid : Radang sendi menyerupai rheumatik
Amenoroe : Tidak ada menstruasi
Anuria : Tidak terjadi eksin urin
Kelas Tulisan :
apoteker,
dunia farmasi,
farmakologi,
info apoteker,
info farmasi,
istilah-istilah,
kamus
Simplisia
Telah dijelaskan sebelumnya di postingan sebelumnya mengenai Farmakognosi bahwa :
1. Tata Nama Penulisan Simplisia
Dalam ketentuan umum Farmakope Indonesia disebutkan bahwa nama simplisia nabati ditulis dengan menyebutkan nama genus atau spesies nama tananman, diikuti nama bagian tanaman yang digunakan. Ketentuan ini tidak berlaku untuk simplisisa nabati yang diperoleh dari beberapa macam tanaman dan untuk eksudat nabati.
Simplisia : adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga, kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan.
1. Tata Nama Penulisan Simplisia
Dalam ketentuan umum Farmakope Indonesia disebutkan bahwa nama simplisia nabati ditulis dengan menyebutkan nama genus atau spesies nama tananman, diikuti nama bagian tanaman yang digunakan. Ketentuan ini tidak berlaku untuk simplisisa nabati yang diperoleh dari beberapa macam tanaman dan untuk eksudat nabati.
Kelas Tulisan :
dunia farmasi,
farmakognosi,
farmakologi,
fitofarmaka,
herbal terstandar,
info apoteker,
info farmasi,
jamu,
latar belakang,
obat asli Indonesia,
sediaan galenik,
simplisia
Farmakognosi
Farmakognosis : Mempelajari pengetahuan dan pengenalan obat yang bersal dari tanaman dan zat zat aktifnya yang berasal dari mineral dan hewan.
Farmakognosi merupakan salah satu cabang ilmu dari Farmakologi.
Farmakognosi merupakan salah satu cabang ilmu dari Farmakologi.
Tata Nama Latin Tanaman
- Nama latin tananman terdidri dari 2 kata, kata pertama mennunjukan genus dan kata kedua menunjukan spesies, misalnya nama latin pada Oryza sativa, jadi Oryza adalah genusnya sedangkan sativa adalah spesiesnya. Huruf pertama dari genus ditulis dengan huruf besar dan huruf pertama dari petunjuk spesies ditulis dengan huruf kecil.
Kelas Tulisan :
dunia farmasi,
farmakognosi,
farmakologi,
fitofarmaka,
herbal terstandar,
info apoteker,
info farmasi,
jamu,
latar belakang,
sediaan galenik,
simplisia
apa sih obat itu ???
Mungkin sudah ada yang membaca postingan saya sebelumnya mengenai Jamu, OHT dan Fitofarmaka yang membahas mengenai golongan obat-obatan beserta logonya yang berdasarkan obat tradisional. Obat-obatan tentu saja bukan hanya obat tradisional yang berasal dari bahan alam namun juga ada obat sintetik. Nah apa sebenarnya obat itu ?
"OBAT adalah zat/bahan atau paduan bahan yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosa, menyembuhkan, mengurangi gejala penyakit, memulihkan kesehatan dan untuk memperbaiki atau memperelok tubuh."
Kelas Tulisan :
apoteker,
dunia farmasi,
farmakologi,
info apoteker,
info farmasi,
narkotika,
obat bebas,
obat bebas terbatas,
obat keras,
psikotropika,
simbol obat
Langganan:
Postingan (Atom)


