Minggu, 20 Januari 2013

CONTOH : proposal penelitian OAI

ini merupakan contoh proposal penelitian kedua yang saya buat. bedanya dengan yang pertama, proposal penelitian ini lebih mengarah kepada penelitian obat asli Indonesia. sedangkan proposal yang pertama lebih mengenai ke teknologi dan formulasi sediaan padat. proposal itu g bisa saya post karena datanya sudah hilang. ini salah satu penyebab kenapa saya sekarang jadi sering memposting data.data tugas saya di blog maupun media lain. karena menurut saya semua tugas itu penting. penting untuk di pelajari kembali, penting untuk dijadikan acuan dan penting.penting lainnya....

Sabtu, 19 Januari 2013

CONTOH : proposal penelitian teknologi & formulasi sediaan padat

berikut niih tugas proposal pertama sayaa...  gag bagus-bagus juga siihhh... makluum pemulaa... tapi saya ngerjainnya SERIBURIUS loohhh -.-" 

Jumat, 18 Januari 2013

CONTOH : preformulasi tablet

tugas di bawah ini, dulunya waktu saya kerjakan sempat membuat saya dan teman kelompok saya tidak tidur hingga jam 4 pagi. bukan karena tidak tau mengerjakan, namun zat aktif yang diberikan untuk kelompok kami tidak kami ketahui nama lain dari zat aktif tersebut. waktu itu setiap zat aktif diberikan kepada tiap 3 orang.. masing.masing membuat praformulasi dengan cara yang berbeda; granulasi basah, granulasi kering dan kempa langsung. kebetulan saya mendapat yang tentang Granulasi Basah. nah kita bertiga karena tidak tau nama lain dari zat aktif (yang saya lupa waktu diberi namanuya apa) kami tidak mengerjakan tugas ini. hingga tinggal beberapa jam sebelum dikumpul (waktu itu sudah jam 4 subuh, sedangkan dikumpul jam 8 pagi di hari yang sama). terpaksa saya bermalam di rumah teman yang satu kelompok dengan saya sedangkan yang satunya di kostnya. karena sudah ngantuk+capek+dongkol+ganu (istilah manado untuk kata "emosi") akhirnya saya berusaha membuka kitab kami tercinta "Farmakope Indonesia" dan saya mencari zat aktif yang memiliki kemiripan nama dan struktur. ketemu deh dengan yang namanya "Chlorpheniramine Maleas". kita sepakat buat pake zat aktif itu saja. karena kita berprinsip yang penting kerja dan kumpul asal kita bertiga pake zat aktif yang sama dan tidak ada kelompok lain yang mendapat zat aktif tersebut.... di luar dugaan, saat kita kumpul dan berusaha menghadap ke dosen untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi, dosennya malah menertawai kami bertiga. kenapa ? ternyata nama lain zat aktif yang dia kasih itu memang "Chlorpheniramine Maleas"............

Minggu, 13 Januari 2013

Farmakoterapi

Farmakoterapi adalah ilmu yang membahas mengenai penggunaan serta kedudukan obat dalam tatalaksana terapi suatu penyakit. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diajarkan bagaimana cara memilih obat berdasarkan jenis dan tanda-tanda penyakit. Jadi selain mempelajari mengenai obat-obatan (mulai dari bentuk sediaannya hingga farmakokinetika dan farmakodinamikanya), kami juga mempelajari mengenai berbagai penyakit (mulai definisi penyakit, prevalensi, patofisiologi, etiologi, diagnosis, tanda dan gejala, faktor resiko, penanganan non-farmakologi, penanganan farmakologi, hingga interaksi obat). Tujuan utama yang diharapkan dapat dicapai oleh apoteker setelah menguasai farmakoterapi adalah kemampuan untuk berkontribusi secara optimal dalam pengobatan pasien, terutama terkait dengan pemilihan obat yang paling tepat dan ekonomis. Farmakoterapi merupakan salah satu bagian dari ilmu dalam rumpun  ilmu farmakologi yang bisa dikatakan sebagai terapan atau ujung tombak dari semua ilmu dalam rumpun ilmu farmakologi itu sendiri.

Senin, 07 Januari 2013

Farmakodinamika

Farmakodinamika adalah ilmu pengetahuan dan studi tentang efek biologis yang dihasilkan oleh bahan kimia, lebih khusus lagi, ilmu pengetahuan dan studi tentang bagaimana bahan kimia menghasilkan efek-efek biologis. Dalam farmakologi medis, ilmu pengetahuan dan studi tentang bagaimana obat-obatan menghasilkan efek mereka.

Toksikologi

Toksikologi adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan pemahaman mekanisme efek beracun yang dihasilkan bahan kimia pada jaringan hidup atau organisme; studi tentang kondisi (termasuk dosis) di mana paparan bahan kimia pada makhluk hidup berbahaya.

Farmaceutical Availability (Ketersediaan Farmasi)

Farmaceutical Availability merupakan ukuran waktu yang diperlukan untuk obat yang dilepaskan dari bentuk pemberiannya dan tersedia untuk proses resorpsi, sehingga bentuk obat padat memerlukan ukuran waktu yang lebih panjang dari pada bentuk obat cair (F.A. tablet lebih besar dari pada F.A. sirup). Banyak penyelidikan tentang hal ini telah dilangsungkan dengan tablet sebagai bentuk sediaan yang paling umum.

Tablet --> Granul Terlepas --> Zat Aktif Terlepas --> Zat Aktif Melarut

Keterangan Skema :
Setelah ditelam, tablet di dalam lambung akan pecah (disintegrasi) menjadi banyak granul kecil yang terdiri zat-zat aktif dengan antara lain zat pengisi dan pelekat. Kemudian granul-granul ini pecah pula, zat aktif terlepas, dan jika zat larutnya cukup besar akan larut dalam cairan lambung atau usus. Baru setelah obat larut, proses resorpsi oleh usus dapat dimulai, proses yang disebut Farmaceutical Availability.

Jelaslah dari uraian diatas, bahwa obat bila diberikan dalam bentuk larutan akan mencapai keadaan Farmaceutical Availability dalam waktu yang lebih singkat daripada tablet.

Farmakokinetika

Nasib obat sesudah diminum adalah didistribusikan ke seluruh tubuh oleh cairan tubuh (darah), tetapi kita tidak dapat mengetahui dengan pasti kemana dan berapa jumlahnya pada jaringan penerima distribusi. Untuk
mengirakan hal tersebut, maka secara farmakokinetika dibuatlah model-model yang melihat tubuh sebagai kompartemen. Sebagai bapak dari model kompartemen adalah Teorell yang mengatakan tujuan farmakokinetika adalah menurunkan persamaan matematika yang memungkinkan kita menerangkan kinetika dan distribusi obat dalam tubuh. Tubuh dapat kita anggap sebagai suatu ruangan yang terdiri dari beberapa kompartemen yang terpisah oleh membran sel. Sedangkan proses absorpsi, distribusi dan eksresi obat dalam tubuh hakekatnya berlangsung dengan mekanisme yang sama, karena proses ini tergantung pada lintasan obat melalui rangkaian membran tersebut.

Adapun Mekanisme Kerja Farmakokinetika untuk melintasi membran sel ini ada dua cara :

1. Secara Pasif, artinya tanpa menggunakan energi. 
  • Filtrasi, melalui pori-pori kecil dari membran, misalnya air dan zat hidrofil
  • Difusi, zat melarut dalam lapisan lemak dari membran sel. Contoh : ion anorganik
2. Secara Aktif, artinya menggunakan energi.